Debat Capres di Pilpres 2024 Berpotensi Membuat Pergeseran Besar pada Elektabilitas: Analisis Abdul Rahman Ma’mun

Baba.co.id, Pada Pilpres 2024 mendatang, peran debat capres dalam memengaruhi elektabilitas calon presiden (capres) kembali menjadi sorotan. Abdul Rahman Ma’mun, Pengajar Komunikasi Politik di Universitas Paramadina, menyoroti bahwa sejumlah pihak yang sebelumnya meragukan dampak debat terhadap elektabilitas kini harus mempertimbangkan kembali pandangan mereka. Dalam perspektif Abdul Rahman Ma’mun, hasil debat capres perdana telah menunjukkan pergeseran yang signifikan dalam pandangan publik terhadap calon presiden.

Abdul Rahman Ma’mun mencatat bahwa selama ini ada pandangan yang menyatakan bahwa hasil debat memiliki dampak yang terbatas pada elektabilitas. Argumentasi ini didasarkan pada keyakinan bahwa penonton debat sudah memiliki preferensi dan kecenderungan politik sebelumnya. Namun, situasi terbaru menunjukkan bahwa kondisi politik yang penuh turbulensi, seperti kasus pelanggaran etika di Mahkamah Konstitusi, dapat memberikan warna baru pada pandangan pemilih terhadap calon presiden dan wakil presiden.

“Pemilu 2024 memiliki beberapa kondisi yang berbeda. Terdapat turbulensi politik, termasuk masalah pelanggaran etika berat di Mahkamah Konstitusi yang telah menghasilkan hukuman terhadap Ketua MK. Hal ini bisa memengaruhi pertimbangan pemilih dalam memilih calon presiden dan wakil presiden,” ungkap Abdul Rahman Ma’mun, yang akrab disapa Aman.

Baca juga:  Civitas Akademika Universitas Andalas Sampaikan Petisi Keresahan Jelang Pemilu 2024

Abdul Rahman Ma’mun menekankan bahwa evolusi debat capres dalam beberapa tahun terakhir perlu diakui. Dia memberikan contoh dari negara seperti Amerika Serikat, di mana tim capres memanfaatkan debat sebagai alat untuk memengaruhi pemilih. Sebelum debat, tim capres melakukan persiapan yang matang, mulai dari menyusun visi misi, merancang serangan, mengatur artikulasi dan intonasi, hingga berlatih dengan melibatkan berbagai ahli, termasuk pakar komunikasi dan psikolog. Hal ini menandakan bahwa debat dianggap sebagai momen penting yang dapat memengaruhi sikap pemilih dalam pemilihan umum.

Lebih lanjut, Abdul Rahman Ma’mun menyoroti praktik debat di Amerika Serikat yang tidak terlepas dari kampanye di media sosial. Tim capres aktif menggunakan influencer untuk memengaruhi pemilih, menggambarkan bagaimana debat dan kampanye digital saling melengkapi. Para influencer dianggap sebagai key opinion leader yang dapat memberikan pengaruh signifikan dalam membentuk opini masyarakat.

“Yang paling penting, tim capres juga menyiapkan siapa yang akan memberikan dukungan, memuji, dan memperkuat mereka untuk memengaruhi pemilih yang masih ragu-ragu dan belum menentukan pilihan,” tambah Abdul Rahman Ma’mun, yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) RI periode 2009-2013.

Baca juga:  Strategi Jitu Ganjar-Mahfud: Menaklukkan Semarang dengan Dukungan 70 Persen

Dengan pandangan ini, Abdul Rahman Ma’mun merespon argumen yang menyatakan bahwa debat capres tidak memiliki dampak signifikan pada elektabilitas. Ia menunjukkan bahwa strategi baru telah diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut. “Sekarang materi debat akan dibuat dalam bentuk konten pendek yang dapat disebarkan melalui media sosial, seperti short videos, tiktok, dan reels, untuk mencapai orang-orang yang enggan menonton debat dengan durasi panjang di televisi. Dengan cara ini, mereka akan tetap terpapar konten debat. Argumen ini menunjukkan bahwa debat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap suara pemilih,” jelasnya.

Abdul Rahman Ma’mun juga menyoroti hasil survei litbang Kompas yang menunjukkan peningkatan jumlah undecided voters menjadi sekitar 28%. Menurutnya, para calon pemilih yang masih bimbang ini kemungkinan besar tengah menunggu hasil debat untuk membuat keputusan. “Apalagi ini baru debat perdana, masih ada empat debat lainnya, yang menurut saya akan berpengaruh cukup signifikan terhadap elektabilitas,” tandasnya.

Penting untuk mencatat bahwa polling berbagai media menunjukkan Anies Baswedan sebagai pemenang debat pertama Pilpres 2024. Hasil polling Kompas menunjukkan Anies unggul 37,9%, mengalahkan Ganjar Pranowo yang hanya mendapatkan 22,6%, dan Prabowo Subianto 21,8%. Polling Tempo.co yang melibatkan 7.000 responden juga menunjukkan Anies mendominasi dengan skor 69%, diikuti Ganjar 23%, dan Prabowo hanya 6%. Kumparan mencatat kemenangan Anies dengan persentase 65,52%, sementara Prabowo mendapatkan 18,51%, dan Ganjar 15,96%.

Baca juga:  Relawan Ganjar-Mahfud Diduga Dianiaya TNI, Begini Kata Todung Mulya Lubis

Analisis Abdul Rahman Ma’mun menggambarkan bahwa debat capres pada Pilpres 2024 memiliki dampak yang lebih signifikan daripada yang dipersepsikan sebelumnya. Pergeseran pandangan publik, strategi baru dalam memanfaatkan media sosial, dan hasil survei yang menunjukkan kemenangan Anies Baswedan semuanya menjadi poin penting yang mengukuhkan peran debat capres sebagai faktor krusial dalam menentukan elektabilitas calon presiden dan wakil presiden.

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru