Cuaca Kering Membantu Stabilitas Harga Cabai Diperkirakan Turun saat Natal dan Tahun Baru

Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Memperkirakan Harga Cabai Akan Terus Turun Selama Nataru

Cuaca panas dan kering yang berlangsung selama dua minggu terakhir di sentra-sentra produksi cabai di Indonesia menjadi faktor kunci dalam proyeksi turunnya harga cabai menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Ketua ACCI, Tunov Mondro Atmojo, mengungkapkan bahwa stabilitas harga cabai diperkirakan akan terus terjaga selama cuaca kering berlanjut di daerah produsen, terutama di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Menurut Tunov, luas areal panen cabai meningkat hingga 20% di kedua provinsi tersebut akibat cuaca kering, yang membuat harga cabai mengalami koreksi sejak 10 Desember 2023. Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penurunan harga cabai rawit merah sebesar Rp 7.400 per kilogram atau 8,16%, mencapai Rp 83.710 per kg saat ini. Begitu pula dengan harga cabai merah keriting yang turun Rp 11.500 menjadi Rp 61.940 per kg.

Tunov juga menjelaskan bahwa ACCI telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk menjual cabai dengan harga petani di pasar induk sejak pertengahan Oktober 2023. Strategi ini melibatkan penjualan langsung ke pasar tani di enam provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Kolaborasi dengan pemerintah ini berhasil memotong rantai distribusi, sehingga harga cabai di pasar induk enam provinsi tersebut sejajar dengan harga petani.

Baca juga:  PLN (Persero) Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik dan Tetap Hingga Maret 2024

Harga cabai rawit merah di pasar induk enam provinsi tersebut dipertahankan pada angka Rp 58 ribu per kg, sementara cabai merah keriting dilego sekitar Rp 35 ribu per kg. Ini memberikan dampak positif, dengan harga cabai merah keriting secara nasional mengalami penurunan lebih dari Rp 10 ribu per kg. Tunov menegaskan bahwa tujuan ACCI bukanlah menjatuhkan harga melalui operasi pasar atau intervensi harga, tetapi menghadirkan harga petani langsung ke konsumen.

Meskipun proyeksi ACCI menunjukkan penurunan harga hingga pertengahan Januari 2024, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, memiliki pandangan yang berbeda. Ia meramalkan bahwa harga cabai akan terus naik hingga awal tahun depan akibat kekurangan produksi yang diproyeksikan hingga pertengahan Januari 2024. Menurut Maino, harga cabai kemungkinan akan mulai melandai pada pertengahan Januari 2024, saat sebagian wilayah produsen memasuki masa panen.

Namun, Maino menyoroti tantangan dalam stabilisasi pasokan dan harga cabai yang lebih kompleks dibandingkan dengan beras. Karakter konsumsi masyarakat Indonesia, yang cenderung mengonsumsi cabai segar dengan umur simpan yang pendek, membuat proses panen cabai menjadi rentan terhadap fluktuasi cuaca. Hujan dapat mengganggu proses panen dan berpotensi mengurangi ketersediaan cabai di pasar, sementara penanganan terlalu cepat dapat menyebabkan busuknya cabai, yang berdampak pada harga.

Baca juga:  Faisal Basri Prediksi Jika Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024, Utang Indonesia Bisa Mencapai Rp16 Ribu Triliun

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru