30 Ribu Personel Tentara Israel Cacat Akibat Perang di Gaza

Tentara Israel yang mengalami cacat akibat perang di Gaza melonjak drastis menjadi 30.000 orang, menandakan dampak humaniter yang signifikan. Sebagian besar dari mereka mengalami kehilangan anggota tubuh, kebutaan, atau kelumpuhan. Walla, situs berita Israel, melaporkan bahwa sejak dimulainya perang, sekitar 4.000 tentara Israel telah dinonaktifkan karena cacat perang.

Otoritas Israel memberikan dukungan finansial kepada para prajurit ini, tanpa menuntut mereka membuktikan luka-luka yang diderita selama konflik di Gaza. Meskipun pihak berwenang Israel tengah mempersiapkan diri untuk menerima jumlah besar tentara penyandang disabilitas yang membutuhkan rehabilitasi intensif, perkiraan menyebutkan bahwa jumlahnya dapat mencapai 30 ribu personel, mewakili kenaikan sebesar 40 persen dari angka saat ini.

Situation masih kompleks karena pertempuran masih berlangsung, dan militer Israel tampaknya menyembunyikan informasi tentang jumlah pasti tentara yang terluka. Publikasi data ini dianggap dapat mengurangi moral militer, sehingga pihak berwenang memilih untuk merahasiakannya.

Idan Kaliman, ketua Organisasi Militer Israel untuk Penyandang Disabilitas, mengungkapkan kekagumannya atas jumlah tentara yang mengalami luka parah. Kondisi mereka, seperti amputasi, kebutaan, atau kelumpuhan, menciptakan tantangan besar dalam memberikan perawatan dan rehabilitasi. Kesadaran akan dampak humaniter ini menjadi esensial, mengingat konflik di Gaza berlanjut.

Baca juga:  Serangan Rudal Houthi di Teluk Aden: Ocean Jazz Kapal Militer AS Kembali Jadi Sasaran

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru