Gempa Dahsyat Guncang Jepang Barat, Korban Jiwa Terus Bertambah, Masyarakat Diimbau Waspadai Risiko

Gempa dahsyat dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Jepang bagian barat, menyebabkan 48 orang tewas dan merusak ribuan bangunan serta kendaraan. Para pejabat memperingatkan masyarakat akan risiko gempa susulan yang lebih kuat, memaksa evakuasi massal dan menyisakan duka mendalam.

Gempa hebat yang terjadi pada Senin (1/1/2024) sore di prefektur Ishikawa dan sekitarnya menciptakan kekacauan, dengan korban terbesar terjadi di Kota Wajima dan Suzu. Media lokal melaporkan bahwa puluhan ribu rumah hancur, sementara layanan air, listrik, dan telepon seluler terputus di beberapa daerah. Warga yang selamat merasakan kesedihan atas kehilangan rumah dan ketidakpastian masa depan.

Pemerintah Jepang dengan cepat merespons dengan mengirimkan 1.000 tentara ke zona bencana untuk membantu dalam upaya penyelamatan. Perdana Menteri Fumio Kishida menegaskan bahwa menyelamatkan nyawa adalah prioritas utama, dan setiap upaya akan dilakukan untuk menyelamatkan mereka yang terjebak di reruntuhan bangunan.

Video dan laporan media memperlihatkan kehancuran di kota Wajima yang terbakar dan dihantam gelombang tsunami. Kebakaran melanda lebih dari 200 bangunan, sementara beberapa orang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan. Regulator nuklir melaporkan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut beroperasi normal.

Baca juga:  Korea Utara Uji Rudal Hipersonik, Amerika Serikat dan Sekutu Tingkatkan Kewaspadaan

Badan Meteorologi Jepang awalnya mengeluarkan peringatan tsunami besar, yang kemudian dicabut setelah beberapa jam. Namun, mereka tetap memperingatkan kemungkinan gempa besar lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan. Evakuasi massal dilakukan, dengan orang-orang mencari perlindungan di auditorium, sekolah, dan pusat komunitas.

Gempa ini bukan yang pertama bagi Jepang, yang sering kali dilanda bencana alam akibat posisinya yang berada di sepanjang ‘Cincin Api’. Presiden AS Joe Biden menawarkan bantuan kepada Jepang, menegaskan kesiapannya untuk memberikan dukungan apa pun yang diperlukan.

Dalam beberapa hari terakhir, Jepang telah mengalami sekitar seratus gempa susulan, meningkatkan kekhawatiran akan kerusakan lebih lanjut. Cuaca buruk dan ancaman hujan membuat situasi semakin rumit, memicu ketakutan akan runtuhnya bangunan dan infrastruktur yang telah rusak parah.

Dalam kondisi sulit ini, solidaritas internasional menjadi kunci untuk membantu Jepang pulih dari bencana ini. Dukungan global dan bantuan darurat akan menjadi penentu bagi negara ini untuk bangkit kembali dan memulihkan kehidupan normal bagi warganya.

Baca juga:  Kerusuhan Muncul di Papua Nugini Akibat Ketidakpuasan Ekonomi

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru