Milisi Houthi Lanjutkan Serangan Rudal Anti-Kapal di Laut Merah, Target Kali Ini Kapal Militer AS

Pada malam Kamis (18/1), milisi Houthi kembali mengejutkan dunia dengan menembakkan dua rudal balistik anti-kapal di Laut Merah, kali ini mengarah ke tanker milik Amerika Serikat (AS). Meskipun rudal tersebut hanya mencapai air di sekitar kapal tanpa menimbulkan kerusakan atau korban, insiden ini menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan di jalur perdagangan internasional.

Militer AS mengonfirmasi bahwa serangan Houthi itu tidak menyebabkan kerusakan pada kapal mereka. Komando Pusat AS mengungkapkan bahwa kejadian terjadi pada pukul 18.00 waktu Yaman, menjadikan Laut Merah semakin menjadi pusat perhatian dalam dinamika geopolitik global.

Berbeda dengan laporan militer AS, kelompok Houthi yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut menyatakan bahwa rudal mereka berhasil mengenai kapal. TankerTrackers.com melalui unggahan di media sosial X melaporkan bahwa kapal AS yang menjadi sasaran berangkat dari pelabuhan di Jeddah menuju Kuwait. Meskipun tidak dapat memastikan apakah kapal tersebut terkena rudal, sistem identifikasi otomatis mereka tiba-tiba offline saat melintasi Yaman.

Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi secara konsisten menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel dan sekutunya di Laut Merah. Alasan yang diutarakan oleh Houthi adalah sebagai bentuk protes terhadap tindakan genosida yang dilakukan oleh Israel di Gaza.

Baca juga:  Debat Capres Ketiga: Prabowo Pertahankan Pertahanan, TKN Merasa Bangga

Sementara itu, AS dan Inggris telah memulai serangan udara di Yaman dengan tujuan untuk melemahkan kekuatan Houthi. Presiden Joe Biden menegaskan bahwa serangan AS di Yaman akan terus berlanjut, meski Houthi tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti dalam mengganggu keamanan di Laut Merah.

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru