Perselisihan Menteri Pertahanan Israel Yoav dan Perdana Menteri Netanyahu

Konflik dalam kabinet Israel mencuat ketika Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, mengalami perselisihan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu selama rapat keamanan pada Sabtu lalu. Perselisihan tersebut mencapai puncaknya ketika Gallant, tidak diizinkan membawa sejumlah penasihat dan asistennya ke dalam rapat, termasuk kepala staf keamanan. Sementara itu, Netanyahu dan pejabat lainnya dapat membawa asisten dan penasihat mereka.

Rapat tersebut, yang berlangsung di kamp militer Kirya Tel Aviv, menyaksikan larangan masuk bagi kepala staf kementerian keamanan, Shachar Katz, yang tidak diizinkan mengikuti pertemuan. Beberapa sumber menyebutkan bahwa informasi tentang siapa yang dapat menghadiri rapat telah disebarkan melalui memo sebelumnya, tetapi tampaknya Gallant tidak mengetahui hal tersebut karena ia datang terlambat.

Menurut laporan dari The Times of Israel, Gallant hanya diizinkan membawa sekretaris militer Israel ke dalam rapat tersebut. Hal ini membuatnya marah dan memicu pertengkaran dengan Netanyahu.

Yoav Gallant, seorang mantan jenderal yang memasuki dunia politik pada 2015, setelah lebih dari 40 tahun bertugas di militer, mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap larangan tersebut. Meskipun ia sempat meninggalkan militer pada awal 1980-an, Gallant kembali dan memimpin unit komando angkatan laut Israel, Shayetet 13. Setelah beberapa kepemimpinan di selatan Israel dan panglima Komando Selatan angkatan darurat, Gallant memimpin pasukan dalam Operasi Cast Lead pada 2008 melawan Hamas di Jalur Gaza.

Baca juga:  Israel Diduga Manfaatkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza sebagai Basis Militer

Setelah pensiun dari militer, karier politik Gallant berkembang pesat. Terpilih sebagai anggota parlemen dari Partai Kulanu pada 2015, ia kemudian pindah ke Partai Likud pada 2018. Sebagai sosok yang tidak segan menentang Netanyahu, Gallant secara terbuka mengecam rencana reformasi sistem peradilan negara yang diusung oleh Netanyahu. Kritiknya terhadap rencana tersebut menyebabkan pemecatan dirinya oleh Netanyahu pada tahun 2022.

Pengalaman Gallant dalam militer dan politik membuatnya memiliki pandangan yang tajam terhadap keamanan Israel. Kritiknya terhadap Netanyahu tidak hanya terbatas pada kebijakan internal, tetapi juga mencakup kekhawatiran akan perpecahan dalam negara tersebut.

Insiden kontroversial antara Gallant dan Netanyahu mencerminkan ketegangan dalam politik Israel, dengan keamanan negara menjadi fokus utama. Perbedaan pandangan antara pemimpin militer dan pemerintah dapat memberikan dampak signifikan pada arah kebijakan keamanan nasional.

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru