Ketua Nonaktif KPK Firli Bahuri Terlibat Kasus Pemerasan: Penyidik Polda Metro Jaya Ungkap Fakta-Fakta Penting

Baba.co.id, Pada sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Penyidik Polda Metro Jaya secara tegas mengungkapkan temuan fakta yang mencengangkan: Ketua Nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terlibat dalam kasus pemerasan. Sidang tersebut, yang kembali digelar pada Jumat, 15 Desember 2023, menyoroti serangkaian peristiwa yang melibatkan pemimpin KPK tersebut.

Saksi dari pihak Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, dan penyidik Subdit V Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKP Arief Maulana, menjadi perbincangan utama dalam sidang tersebut. Arief menjelaskan hasil penyelidikan yang mengungkap peristiwa pidana terkait pemerasan, gratifikasi, atau penerimaan hadiah oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait penanganan masalah hukum.

Dalam pengembangan fakta-fakta tersebut, Arief memberikan gambaran detail tentang waktu penetapan tersangka Firli Bahuri terkait kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Pada 12 Agustus 2023, masyarakat melaporkan dugaan korupsi yang melibatkan pimpinan KPK dalam penanganan perkara di Kementerian Pertanian RI. Langkah pertama diambil pada 15 Agustus 2023, ketika Ditreskrimsus Polda Metro Jaya merespons aduan tersebut dengan melakukan verifikasi, pengumpulan bahan dan keterangan, serta melaporkan hasilnya.

Baca juga:  Menko Polhukam Mahfud Md Menerima Delegasi Petisi 100 Menuntut Pemakzulan Presiden Jokowi

Proses berlanjut pada 16 Agustus 2023, dengan serangkaian tindakan seperti penerbitan surat perintah Pulbaket, pengisian lembar verifikasi, lembar acara, pelaporan hasil verifikasi, hingga gelar perkara sebagai hasil Pulbaket. Pada 18 Agustus, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menindaklanjuti hasil telaah aduan masyarakat, dan laporan tersebut diputuskan layak untuk naik ke penyelidikan.

Pada 21 Agustus, terbit laporan informasi sebagai dasar penyelidikan yang kemudian diregister. Rencana penyelidikan dan surat perintah penyelidikan pun disusun. Pada 28 Agustus, surat perintah penyelidikan diperbaharui dengan penambahan personel. Setelah surat perintah penyelidikan dan perintah tugas terbit, penyelidik meminta keterangan kepada enam orang saksi.

Pada 30 September 2023, surat permintaan asistensi kepada Bareskrim Polri diterbitkan, dijawab oleh Bareskrim Polri pada 4 Oktober. Hasil penyelidikan disusun pada 5 Oktober, dan ditemukan dugaan tindak pidana oleh pimpinan KPK. Gelar perkara pada 6 Oktober menetapkan kasus ini untuk naik ke penyidikan.

Pada 9 Oktober 2023, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penyidikan. Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka setelah gelar perkara pada 22 November 2023, berdasarkan empat alat bukti.

Baca juga:  Gubernur Maluku Utara Ditahan KPK: Operasi Senyap Ungkap Dugaan Transaksi Uang Haram

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru