Penularan Flu Singapura Menjadi Perhatian Serius di Indonesia

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI & Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Prof Dr dr Edi Hartoyo, SpAK, telah mengungkapkan berbagai faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kasus Flu Singapura di Indonesia. Salah satu faktor utama yang dikemukakan adalah peralihan musim.

Prof Edi menyatakan, “HFMD ini banyak terjadi di musim peralihan, antara musim hujan dan musim panas. Ini menjelaskan mengapa pada periode tersebut, dan bukan pada musim dingin, kasusnya meningkat.”

Ia menambahkan, “Namun yang pasti, insiden Flu Singapura cenderung meningkat saat musim peralihan, ketika Indonesia mengalami musim hujan dan panas secara bergantian.”

Selain itu, Prof Edi juga menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan tingkat penularan Flu Singapura. Banyak yang menganggap remeh penyakit ini, sehingga tidak mengambil langkah pencegahan yang memadai.

“Ini penularannya mirip dengan COVID, melalui droplet. Namun, jika seseorang terkena COVID, ia akan segera melakukan isolasi karena kesadaran akan bahaya. Berbeda dengan Flu Singapura atau HFMD, di mana penderitanya masih tetap beraktivitas seperti biasa, bahkan tetap berinteraksi dengan orang lain. Ini lah yang menyebabkan peningkatan kasus, karena tidak ada kebijakan isolasi yang ketat seperti pada kasus COVID,” jelasnya.

Baca juga:  Batuk Membuat Perut Sakit: Mengapa dan Bagaimana Mengatasinya

Lebih lanjut, ia menegaskan, “Seringkali, masyarakat Indonesia tidak menyadari bahwa Flu Singapura ini menular. Mereka menganggapnya sepele, bahkan tidak jarang mengabaikannya. Padahal, kesadaran akan tingkat penularannya yang tinggi sangat penting. Karena dianggap penyakit ringan, maka seringkali dianggap sepele atau tidak diperhatikan sama sekali.”

Dengan demikian, perlu adanya upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penularan dan bahaya Flu Singapura agar langkah pencegahan yang tepat dapat dilakukan, serta mengurangi penyebarannya yang semakin luas.

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru