Andika Perkasa Tegas Minta Penyelesaian Kasus penganiayaan terhadap relawan Ganjar-Mahfud

Pada Senin (1/1/2024), Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa, dengan tegas mendesak agar anggota TNI yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap relawan Ganjar-Mahfud diproses secara hukum. Mantan Panglima TNI ini mengingatkan Komandan Kodim 0724/Boyolali dan Komandan Batalyon 408 untuk bertindak tegas terhadap semua anggota yang terlibat dalam insiden tersebut.

Menurut Andika, penegakan hukum perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Ia menekankan bahwa tidak hanya pelaku penganiayaan yang harus dihukum, tetapi juga mereka yang membantu tindak pidana tersebut terjadi. Hal ini, menurutnya, harus menjadi contoh bagi anggota TNI lainnya bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

“Dalam penegakan hukum, kita tidak boleh hanya memproses sesedikit mungkin. Hal ini justru dapat merugikan TNI sendiri jika tidak diawasi dengan baik,” ungkap Andika Perkasa di Media Center TPN, Jakarta Pusat.

Andika juga mengaitkan penyelesaian kasus ini dengan karier Komandan Kodim dan Komandan Batalyon terkait. Ia berpendapat bahwa penegakan hukum yang kuat akan memberikan pemahaman mendalam kepada para komandan tersebut tentang konsekuensi dari tindakan yang diambil oleh anggotanya.

Baca juga:  Anies Baswedan: Negara Jangan Berdagang dengan Rakyat, Lawan dengan Kebaikan

“Komandan kodim dan komandan batalyon perlu memahami bahwa penyelesaian kasus ini tidak hanya berpengaruh pada anggota yang terlibat, tetapi juga pada karier mereka sendiri. Jika ini terulang, tanpa pemahaman yang mendalam, itu bisa merusak karier mereka,” jelas Andika.

Ia menuturkan bahwa tanpa penegakan hukum yang tegas sekarang, kemungkinan kejadian serupa akan terjadi lagi di masa depan. Andika menekankan bahwa komandan batalyon harus mampu memimpin dengan baik, dan jika kasus serupa terulang tanpa tindakan tegas, hal itu dapat menjadi indikasi ketidakmampuan mereka memimpin.

Dengan tegas, Andika menyatakan, “Jika penegakan hukum tidak dilakukan sekarang, dan kejadian serupa terulang, hal itu bisa dianggap sebagai ketidakmampuan komandan batalyon untuk memimpin. Oleh karena itu, tindakan tegas sekarang adalah suatu keharusan.”

Dalam menyoroti urgensi penegakan hukum, Andika merinci bahwa hal ini bukan hanya tentang memberikan hukuman kepada pelaku, tetapi juga tentang memberikan pelajaran kepada semua anggota TNI bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang harus mereka tanggung.

Baca juga:  Ganjar Pranowo Predisi Debat Keempat akan Bahas Konflik Desa Wadas

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru