Dugaan Intimidasi Kampanye Anies-Muhaimin di Bone, Alat Peraga dan Spanduk Hilang

Tim kampanye pasangan calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), melaporkan adanya dugaan intimidasi selama kampanye di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Ismail Bachtiar, juru bicara tim, mengungkapkan bahwa alat peraga kampanye seperti baliho dan spanduk hilang sebelum acara di Lapangan Bola Cina.

“Dua hari sebelum acara, kami sudah memasang baliho, spanduk ke mana-mana. Besoknya pada hilang, banyak yang dicabut. Kami coba cari tahu, cuma tidak ketemu,” ungkap Ismail.

Selain itu, dugaan serangan intimidasi juga melibatkan media sosial dengan penyebaran hoaks yang bertujuan menggagalkan kampanye Anies Baswedan di Bone. Ismail mencatat adanya pesan langsung sosial media yang penuh hujatan dan informasi palsu.

“Saya heran ada orang menyebar hoaks, katanya Pak Anies tidak jadi datang dan pindah acaranya. Tetapi, tadi pagi, alhamdulillah sampai tidak ada tempat ruang gerak masuk ke acara,” jelas Ismail.

Meskipun terjadi insiden di mana oknum mengenakan kaos pasangan calon lain dalam kampanye Anies-Muhaimin, pihak tim kampanye tidak merespons provokasi tersebut. Ismail menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan dugaan intimidasi, yang seharusnya dihindari dalam kontestasi demokratis.

Baca juga:  Hadapi Debat Cawapres: Billy David Nerotumelina Jubir Timnas AMIN, Tidak Khawatir Kemampuan Cak Imin

“Sudah tahu bahwa acara ini resmi, acara ini legal, berizin; mestinya kalau saling menghormati, saling mengerti, tidak usah ada upaya-upaya seperti itu,” tegasnya.

Meski terdapat indikasi intimidasi sejak dua hari sebelum kampanye, upaya untuk menghambat kampanye Anies di Bone tidak berhasil. Ismail mengakui bahwa energi dan semangat masyarakat Bone tidak terbendung, dengan target perolehan suara di atas 75 persen.

Anies Baswedan, calon presiden, menanggapi dugaan intimidasi dengan sikap tenang. Menurutnya, upaya-upaya tersebut tidak sebanding dengan beban yang dihadapi oleh keluarga dan anak-anak muda di Indonesia. Anies memprioritaskan perubahan positif untuk Indonesia jika terpilih sebagai presiden.

Pada saat bersamaan, Anies dan rombongan akan menghadiri undangan di pesantren DDI Mangkoso di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menunjukkan komitmen mereka terhadap perubahan yang lebih baik.

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru