Mahfud MD Singgung Food Estate. Tanam Singkong Tumbuh Jagung

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, mengeluarkan sindiran tajam terhadap program food estate, inisiatif pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dalam sebuah pernyataan melalui akun resmi Twitter-nya @mohmahfudmd pada Senin (22/1/2024), Mahfud menyampaikan bahwa Indonesia, sehebat apapun, terasa seperti “kolam susu.”

Menurut Mahfud, paradoks muncul ketika jutaan hektar lahan di Gunung Mas ditanami singkong, namun yang tumbuh justru jagung. Ia menyatakan hal ini sebagai keajaiban yang tidak bisa dijelaskan dengan logika pertanian. Lebih menariknya, Mahfud mengungkapkan bahwa jagung tersebut ditanam dengan menggunakan goody bag, mengingat tanah bergambut di Gunung Mas tidak mungkin mendukung pertumbuhan jagung secara alami.

Sindiran terhadap food estate juga telah disuarakan oleh Mahfud dalam debat keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (21/1/2024) malam. Fokus debat tersebut melibatkan isu lingkungan hidup, sumber daya alam, energi, pangan, agraria, dan pembangunan berkelanjutan.

Mahfud juga menjelaskan unik di Indonesia “Tanam Singkong Tumbuh Jagung” dalam podcast bersama Rhenald Kasali di Akun Youtubenya.

Baca juga:  Kampanye Hari ke-28: Anies Baswedan Ziarah Makam dan Silaturahmi, hingga Halaqah Bersama Kyai

Dalam paparan visi misi, Mahfud menekankan pentingnya memakmurkan rakyat dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA). Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memperhatikan empat aspek kunci: pemanfaatan, pemerataan, partisipasi masyarakat, dan penghormatan terhadap hak warisan leluhur.

“Walaupun kami memiliki empat tolak ukur tersebut, kami tidak melihat upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan alam. Oleh karena itu, kami mengusulkan program ‘Petani Bangga Bertani di Laut Jaya, Nelayan Sejahtera,'” tambahnya.

Mahfud MD menyimpulkan visi dan misinya dengan menyindir food estate sebagai program yang tidak hanya gagal tetapi juga merugikan negara. “Jangan seperti Food estate yang gagal dan merusak lingkungan. Yang benar aja, rugi dong kita?” tegasnya.

Kritik Mahfud terhadap food estate menyoroti perdebatan luas mengenai keberhasilan dan dampak program tersebut, mempertegas pandangannya bahwa fokus harus beralih pada solusi yang berkelanjutan dan menghormati lingkungan.

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru