Program Berbagi Telur Ganjar-Mahfud Unggul, PDI-P Prioritaskan Kesehatan Anak dan Kedaulatan Pangan

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menyoroti keunggulan program berbagi telur dari calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dibandingkan dengan program susu dari capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa pemberian telur dipilih karena telur kaya protein, bukan hanya mencegah stunting tetapi juga mendukung pertumbuhan kecerdasan anak-anak.

“Hasto menegaskan, ‘Kami memberikan telur karena ini secara empiris menurut para ahli gizi telur kaya protein, bagus tidak hanya mencegah stunting, juga dalam pertumbuhan kecerdasan anak-anak kita,'” ujarnya di kawasan Rumah Susun Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat.

Program berbagi telur ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-51 PDI-P, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. PDI-P telah membagikan 1.500 butir telur kepada warga di Rusun Tanah Tinggi, yang kemudian diolah oleh warga setempat menjadi hidangan yang bergizi.

Menurut Hasto, program pembagian telur lebih unggul dari program susu, baik dari segi kesehatan, anggaran, maupun kedaulatan pangan. “Telur ini diproduksi oleh rakyat Indonesia, bukan impor. Kalau Prabowo-Gibran susunya impor, bahkan ada dari Australia, bahkan mengandung glukosa yang tidak baik bagi pertumbuhan anak-anak,” tegas Hasto. “Makanya kita membangun semangat berdikari di dalam mengatasi stunting. Jadi telur ini sangat efektif itu berdasarkan penilaian dari ahli gizi.”

Baca juga:  Dugaan Kecurangan Pemilu 2024: Mobilisasi Pemilih ilegal di Dramaga, Bogor

Hasto berkomitmen bahwa jika Ganjar-Mahfud memenangkan Pilpres 2024, program pembagian telur akan diintegrasikan ke dalam program KTP Sakti (Satu Kartu Terpadu Indonesia). Tujuannya adalah agar bantuan pemerintah dapat tepat sasaran dan lebih mudah diakses oleh masyarakat. “Jadi ketika satu data yang terus di-update, ada ibu-ibu hamil misalnya, maka harus mendapatkan pelayanan dan kepenuhan kacang hijau yang seperti Vitamin B, kemudian telurnya, karena beberapa suplemen dari daun kelor yang kaya dengan vitamin C, itu semuanya akan diberikan pelayanan secara terintegrasi maka ada kebijakan satu data tersebut,” jelas Hasto.

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru