Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud, Anggap Jokowi Bikin Demokrasi Indonesia Mundur

Deputi politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto, menilai bahwa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membawa dampak negatif terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, perbandingan dengan pemerintahan Amerika Serikat menjadi sebuah pemahaman yang menarik.

Andi mengungkapkan bahwa di Amerika Serikat, mantan Presiden Barack Obama secara terbuka mendukung calon presiden berikutnya, Hillary Clinton. Namun, perbedaannya terjadi di Indonesia, di mana dukungan Obama beralih ke rivalnya, Donald Trump.

“Lebih mengejutkan lagi, Obama kemudian melibatkan dua anaknya, Malia dan Sasha, satu sebagai calon wakil presiden dan yang lain sebagai ketua umum partai,” ungkap Andi di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2024).

Keadaan semakin rumit ketika putri sulung Obama, Malia, diusung sebagai calon wakil presiden bersama Trump dengan mengubah aturan batas usia minimal untuk capres-cawapres, yang pada akhirnya menimbulkan pelanggaran etik.

“Perbedaannya hanya itu,” tambahnya.

Andi menyampaikan pandangannya ini ketika ditanya oleh wartawan Amerika Serikat tentang situasi demokrasi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa perbedaan utamanya dengan Jokowi adalah dalam konteks demokrasi.

Baca juga:  Analisis Tajam Fahri Hamzah: Kelemahan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024

“Saya, yang telah bekerja dengan Pak Jokowi selama belasan tahun, selalu menyatakan bahwa satu-satunya perbedaan saya dengannya hari ini adalah dalam hal demokrasi,” kata Andi.

Menurutnya, perbedaan ini muncul terutama terkait kebijakan nepotisme, politik dinasti, dan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Jokowi dan pemerintahannya untuk mendukung keluarganya. Andi menyimpulkan bahwa pandangan berbeda terhadap demokrasi adalah alasan banyak pihak yang memilih tidak sejalan dengan Jokowi.

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru