Provokasi Gibran Rakabuming Raka di Debat Capres: Apa Motivasinya?

Baba.co.id, Debat perdana calon presiden di Kantor KPU pada Selasa (12/12) malam menjadi sorotan berkat tindakan kontroversial calon wakil presiden nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka. Dalam insiden tersebut, Gibran terlihat mengompori pendukungnya, sebuah tindakan yang mendapat sorotan tajam. Gibran, setelah menerima teguran, memohon maaf atas tindakannya.

“Saya menerima semua teguran dan evaluasi. Saya mohon maaf sepenuhnya,” ungkap Gibran singkat sebelum bergegas masuk ke ruang kerjanya di Balai Kota Solo pada Kamis (14/12).

Gibran juga ditanyai mengenai alasan di balik tindakannya, apakah sengaja ingin mengompori atau menunjukkan respek kepada Prabowo. Namun, Gibran enggan memberikan jawaban dan segera masuk ke ruang kerjanya.

Dalam rekaman debat perdana tersebut, kamera menangkap momen ketika Prabowo Subianto, calon presiden, menjawab pertanyaan dari calon presiden Anies Baswedan tentang putusan MK yang berujung pada sidang MKMK. Saat Prabowo memberikan jawaban, Gibran terlihat berdiri dan menggerakkan tangannya naik-turun, diduga sebagai upaya untuk membakar semangat pendukung.

Anies pun menanyakan perasaan Prabowo terkait pelanggaran etika yang terjadi. Prabowo memberikan jawaban dalam waktu dua menit, menyatakan bahwa tim hukumnya telah memastikan tidak ada masalah hukum dalam penunjukan Gibran sebagai cawapres.

Baca juga:  Politik Bansos di Pemilu 2024: Pandangan Ganjar Pranowo dan Ancaman Intimidasi di Jawa Tengah

“Masalah yang dianggap pelanggaran etika sudah diambil tindakan dan keputusan, ya, waktu itu oleh pihak yang diberi wewenang kemudian sudah ada tindakan, dan tindakan pun itu masih diperdebatkan karena yang bersangkutan masih memproses. Tetapi intinya adalah bahwa keputusan itu final dan tidak dapat diubah, ya saya laksanakan, dan kita ini bukan anak kecil, Mas Anies,” jelas Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa dalam pemilu, rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Jika rakyat merasa Prabowo dan Gibran tidak sesuai, mereka memiliki hak untuk tidak memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02 tersebut.

“Anda juga paham ya. Sudahlah ya. Sekarang begini, intinya rakyat yang putuskan. Rakyat yang menilai. Kalau rakyat tidak suka Prabowo-Gibran tidak usah pilih kami, saudara-saudara,” ungkap Prabowo.

Pada saat itulah Gibran tiba-tiba berdiri, terlihat sedang mengompori para pendukung. Namun, aksi ini tidak berlangsung lama karena ia langsung ditarik untuk duduk kembali.

“Dan saya tidak takut, tidak punya jabatan, Mas Anies. Sorry ye. Sorry yeee. Mas Anies.. Mas Anies.. saya tidak punya apa-apa, saya sudah siap mati untuk negara ini,” kata Prabowo.

Baca juga:  Debat Pertama Pilpres 2024: Begini Tantangan dan Antisipasi Paslon

Kontroversi Debat dan Tindakan Provokatif Gibran Rakabuming Raka

Debat capres perdana di Kantor KPU menjadi pusat perhatian tidak hanya karena pertukaran argumen antara calon presiden, tetapi juga karena insiden kontroversial yang melibatkan calon wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka. Gibran terlihat mengompori pendukungnya saat Prabowo Subianto menjawab pertanyaan Anies Baswedan tentang sidang MKMK.

Gibran, yang telah menerima teguran dan mengutarakan permohonan maaf, enggan memberikan klarifikasi mengenai niat di balik tindakannya. Tindakan provokatifnya menjadi bahan perbincangan luas, memunculkan pertanyaan mengenai apakah ini merupakan strategi sengaja atau sekadar bentuk penghormatan kepada Prabowo.

Putusan MK dan Reaksi Prabowo Terhadap Pertanyaan Anies

Rekaman debat perdana mencatat momen ketika Anies Baswedan mengajukan pertanyaan kepada Prabowo tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berujung pada sidang MKMK. Gibran terlihat bereaksi dengan menggerakkan tangannya, memberikan penilaian bahwa ia mencoba membakar semangat para pendukung.

Anies juga menanyakan perasaan Prabowo terkait pelanggaran etika yang terjadi. Prabowo memberikan jawaban, menegaskan bahwa tim hukumnya telah memastikan tidak ada masalah hukum dalam penunjukan Gibran sebagai calon wakil presiden.

Baca juga:  Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, Lari Pagi bersama Istri dan Sandiaga Uno

“Masalah yang dianggap pelanggaran etika sudah diambil tindakan dan keputusan, ya, waktu itu oleh pihak yang diberi wewenang kemudian sudah ada tindakan, dan tindakan pun itu masih diperdebatkan karena yang bersangkutan masih memproses. Tetapi intinya adalah bahwa keputusan itu final dan tidak dapat diubah, ya saya laksanakan, dan kita ini bukan anak kecil, Mas Anies,” terang Prabowo.

Pernyataan Prabowo menyoroti pentingnya penghormatan terhadap keputusan yang sudah diambil, namun, beberapa masih meragukan validitas penunjukan Gibran sebagai cawapres.

Kedudukan Rakyat sebagai Pemegang Kekuasaan Tertinggi

Prabowo menegaskan bahwa dalam konteks pemilu, rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Jika rakyat menilai bahwa Prabowo dan Gibran tidak sesuai dengan harapan mereka, maka rakyat memiliki hak untuk tidak memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02.

“Anda juga paham ya. Sudahlah ya. Sekarang begini, intinya rakyat yang putuskan. Rakyat yang menilai. Kalau rakyat tidak suka Prabowo-Gibran tidak usah pilih kami, saudara-saudara,” ujar Prabowo.

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru