Antusiasme UMKM Terhadap Kembalinya TikTok Shop dan Kolaborasinya dengan Tokopedia

Baba.co.id, Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia menyambut dengan penuh harap kehadiran kembali TikTok Shop, platform e-commerce yang sebelumnya ditutup untuk sementara waktu. Kali ini, TikTok Shop hadir dengan membawa kolaborasi bersama Tokopedia, sebuah langkah yang dinantikan oleh banyak pelaku UMKM di berbagai sektor.

Salah satu pelaku UMKM, Aisyah (23), yang bergerak dalam bidang kuliner, menyatakan kegembiraannya terkait bergabungnya TikTok Shop dengan Tokopedia. Baginya, kehadiran kembali platform ini akan memperluas akses pasar bagi produk-produk UMKM. Aisyah, yang telah menjajakan produknya di Tokopedia sejak lama, menyoroti dampak positif dari kolaborasi kedua raksasa e-commerce ini terhadap penjualannya.

“Berpengaruh sekali karena pada zaman sekarang, keputusan pembelian banyak dipengaruhi oleh review. Video review dari pengguna TikTok menjadi kunci penting dalam meningkatkan penjualan kami,” ungkap Aisyah pada wawancara dengan Tirto pada Kamis (14/12/2023).

Selain itu, Aisyah menyoroti fitur siaran langsung (live) dari TikTok sebagai keunggulan tambahan. Fitur ini memungkinkan pelanggan potensial untuk melihat kondisi produk secara langsung dan berinteraksi secara real-time. “Memanfaatkan fitur live dari TikTok membantu calon pelanggan memahami produk lebih baik dengan bertanya langsung melalui platform tersebut,” tambah Aisyah.

Baca juga:  Kisah di Balik Harga Tinggi Kain Tradisional: Batik dan Tenun

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Fachrul (25), pengusaha kuliner lainnya. Menurutnya, kolaborasi antara TikTok Shop dan Tokopedia akan membuka peluang lebih luas dan memperbesar pasar untuk produk UMKM. “Market jadi makin luas, peluangnya juga makin besar, sehingga penjualan otomatis meningkat. Semakin banyak pelanggan karena market yang tambah luas,” ucap Fachrul.

Namun, ada juga kekhawatiran dari beberapa pelaku UMKM, seperti yang disampaikan oleh Iman Awaludin (24). Iman menyoroti masalah predatory pricing yang dapat merugikan pelaku usaha kecil. Menurutnya, Kementerian Perdagangan perlu bersikap tegas dan memberlakukan aturan yang jelas terkait hal ini.

“Ditegaskan kembali terkait predatory pricing, karena terkadang ada produk yang dijual terlalu murah,” ujar Iman. Dia mengharapkan adanya ketegasan melalui regulasi yang baru, seperti yang diatur dalam Permendag Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberikan waktu uji coba selama tiga hingga empat bulan untuk layanan TikTok Shop seiring dengan investasi TikTok dalam kerja sama dengan Tokopedia. “Ini kolaborasi TikTok dan Tokopedia. Kita berikan 3 sampai 4 bulan percobaan karena teknologi tidak mudah. Nanti kita lihat lagi dan nilai atau sempurnakan,” kata Zulkifli Hasan pada acara di Menara Tokopedia pada Selasa (12/12/2023).

Baca juga:  Pertama Kali Live Tiktok Anies Baswedan Bingung Nyari Tombol Stop

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru