Jacobson Van Den Berg & Co: Gedung Tua Bersejarah di Sekanak Palembang

Kota Palembang, sebuah kota yang kaya akan sejarah, menggambarkan keindahan arsitektur kolonial Belanda melalui sebuah gedung bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panjang. Gedung yang dimaksud adalah NV Jacobson Van Den Berg & Co, yang terletak di Jl Depaten Baru no 32, Kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Bangunan ini bukan hanya sebuah struktur fisik, tetapi juga sebuah karya seni yang mencerminkan perkembangan perusahaan Belanda pada masa kolonial.

Pada abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1821, kawasan Sekanak, tempat gedung ini berdiri, menjadi saksi penting pembangunan Palembang. Izin untuk mendirikan bangunan oleh masyarakat Tionghoa, pendirian pasar Sekanak, gudang boentjit, rumah bola, kantor ledeng, dan kantor Jacobson Van Den Berg, semuanya merupakan bagian dari transformasi signifikan kawasan ini. Jacobson Van Den Berg, yang fungsi awalnya adalah sebagai kantor cabang perusahaan Belanda yang bergerak di bidang asuransi dan industri, turut meramaikan lanskap bisnis Palembang.

Perusahaan Belanda ini tidak hanya memusatkan operasinya di Jakarta, tetapi juga membuka kantor di Palembang dengan fokus pada asuransi, ekspor-impor, dan kerja sama bisnis dengan perusahaan-perusahaan lokal. Mereka berperan aktif dalam mengendalikan sektor karet dan kopi, membentuk perusahaan kongsi di Palembang untuk keperluan tersebut.

Baca juga:  Perguruan Tinggi Abdi Nusa Palembang, Ini Informasi Terlengkap

Dalam perjalanan sejarahnya, NV Jacobson Van Den Berg & Co menjadi pusat distribusi barang-barang yang keluar masuk kota Palembang. Keberadaannya menjadi saksi perubahan zaman, dari masa kolonial Belanda hingga masa Jepang dan kemudian kemerdekaan Indonesia. Pada paruh terakhir tahun 1950-an, perusahaan ini mengalami nasionalisasi oleh pemerintahan Jepang dan kemudian oleh pemerintah Indonesia, menjadi bagian dari upaya mengambil alih aset Belanda.

Sejarawan Sumatera Selatan, Dedi Irwanto, mencatat bahwa setelah kemerdekaan Indonesia, gedung ini beralih kepemilikan. Pada awal tahun 1950-an, pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi terhadap hampir semua aset Belanda, termasuk gedung NV Jacobson Van Den Berg & Co. Pada tahun 1957, PT Yudha Bhakti Corp mengambil alih gedung tersebut, membuka babak baru dalam sejarahnya.

Gedung ini, dengan arsitektur khas kolonial Belanda, menjadi salah satu simbol penting dari masa lalu yang tetap berdiri di tengah modernisasi Kota Palembang. Namun, takdirnya tidak selalu cerah. Perusahaan Dagang Negara (PDN) Fadjar Bhakti, kemudian menjadi P.N Satya Niaga pada tahun 1961, mengambil alih kendali gedung ini. Seiring berjalannya waktu, statusnya berubah menjadi Perseroan Terbatas pada tahun 1970 dan kemudian dilebur dengan PT Dharma Niaga pada tahun 1977.

Baca juga:  Perlak: Jejak Keagungan Kerajaan Islam Pertama di Asia Tenggara

Perubahan kepemilikan dan perubahan nama mencerminkan dinamika perusahaan dan perekonomian pada masa itu. PT Dharma Niaga sendiri bergabung dengan perusahaan milik negara lainnya pada tahun 2003, menjadi bagian dari Indonesia Trade Company (ITC) atau PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), satu-satunya BUMN yang mengurus masalah ekspor-impor di Indonesia.

Namun, bangunan bersejarah NV Jacobson Van Den Berg & Co, yang pernah menjadi saksi bisu kejayaan perusahaan, kini terbengkalai dan tak terawat. Dulu menjadi pusat aktivitas bisnis dan perdagangan, kini hanya menjadi objek fotografi dan kenangan akan masa lalu.

Sebagai bagian dari warisan sejarah Kota Palembang, gedung NV Jacobson Van Den Berg & Co tetap berdiri tegak, meski tak lagi menyimpan kehidupan di dalamnya. Sejarahnya yang kaya menjadi cerminan perjalanan panjang Indonesia, dari masa kolonial hingga perubahan pasca-kemerdekaan. Dengan memberikan penghargaan dan perhatian lebih, kita dapat mempertahankan dan merawat sejarah yang terpatri dalam dinding-dinding bangunan tua ini.

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru