Masjid Cheng Ho Palembang, Sebuah Harmoni Arsitektur dan Simbol Keberagaman

Masjid Cheng Ho Palembang, atau dikenal juga sebagai Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho Sriwijaya, adalah suatu gemerlap keindahan arsitektur di Kompleks Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Inilah sebuah monumen yang mewakili harmoni antara keberagaman dan toleransi, ditempatkan oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan para pemuka masyarakat Tionghoa setempat.

Warna dan Desain

Masjid Cheng Ho Palembang memukau dengan desainnya yang unik, menyatukan unsur budaya lokal Palembang, sentuhan Cina, dan keanggunan Arab. Dengan lahan seluas 4.990 meter persegi, masjid ini dibangun dalam dua lantai; lantai pertama untuk jamaah laki-laki, sementara lantai kedua diperuntukkan khusus bagi jamaah perempuan.

Warna merah dan hijau giok mendominasi arsitektur masjid ini. Merah sebagai simbol keberanian dan hijau melambangkan kedamaian. Memikat hati, di bagian depan masjid, terdapat menara setinggi 28 meter yang menjulang tinggi seperti pagoda, menjadi ikon visual yang memikat.

Perjalanan Hidup dalam Relief

Menggali lebih dalam, mihrab masjid dihiasi dengan kaligrafi Arab dan relief menggambarkan perjalanan hidup Laksamana Cheng Ho. Sebuah karya seni yang memperkaya pengalaman spiritual para jamaah.

Baca juga:  10 Objek Wisata Kota Palembang yang Wajib Kamu Kujungi

Jejak Sejarah Pembangunan

Dimulai pada tahun 2005 dan rampung pada 2008, pembangunan Masjid Cheng Ho Palembang menjadi wujud nyata kerja keras PITI Sumatera Selatan dan masyarakat Tionghoa setempat. Tanah seluas 4.990 meter persegi disumbangkan oleh Gubernur Sumatera Selatan saat itu, Syahrial Oesman, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap proyek ini.

Dana sekitar Rp 20 miliar dihimpun dari sumbangan masyarakat, mencakup kontribusi dari kalangan Tionghoa dan non-Tionghoa. Semangat gotong-royong menjadi nyawa dari pembangunan yang menghasilkan keindahan ini.

Arsitektur yang Memesona

Arsitektur masjid ini tidak hanya sekadar memadukan budaya Tionghoa dan Arab, tetapi juga menampilkan ciri khas budaya Palembang. Penggunaan batu bata merah dan kayu memberikan nuansa yang kental.

Fasilitas

Tak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Cheng Ho Palembang juga menawarkan beragam fasilitas. Ruang ibadah utama dapat menampung 2.000 jamaah, sementara ruang ibadah khusus wanita, ruang serbaguna, perpustakaan, aula, kamar mandi, dan tempat wudhu menjadi fasilitas yang melengkapi keberadaannya.

Masjid Cheng Ho Palembang: Pesona Wisata Berwawasan Keberagaman

Sebagai destinasi wisata, Masjid Cheng Ho Palembang menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Pesona arsitekturnya bukan hanya sekadar daya tarik visual, tetapi juga simbol toleransi dan keberagaman Indonesia.

Baca juga:  Masjid Al-Mahmudiyah Suro Palembang: Jejak Sejarah dan Peran Penting dalam Perkembangan Islam

Mengukir Kebersamaan dalam Toleransi

Masjid Cheng Ho Palembang menjadi simbol toleransi di Indonesia. Meski didirikan oleh masyarakat Tionghoa, pintu masjid ini terbuka lebar untuk semua umat beragama. Harmoni antara Islam dan budaya Tionghoa tercermin dalam arsitektur yang memadukan elemen-elemen keduanya.

Wadah Kegiatan Keagamaan dan Sosial

Lebih dari sekadar tempat ibadah, Masjid Cheng Ho Palembang menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Pengajian, seminar, dan kegiatan sosial lainnya menjadi ajang pertemuan umat Islam dari berbagai latar belakang, tidak hanya dari komunitas Tionghoa, tetapi juga dari non-Tionghoa.

Memelihara Keragaman dengan Keindahan

Masjid Cheng Ho Palembang bukan hanya keindahan arsitektur yang memukau, tetapi juga lambang toleransi dan keberagaman. Dalam setiap detilnya terukir kisah gotong-royong dan harmoni antarbudaya. Sebuah destinasi yang bukan hanya memuaskan hati para jamaah, tetapi juga menginspirasi kedamaian dan persatuan di tengah perbedaan.

Peta: https://maps.app.goo.gl/qvYbvMZnWNFSqTWs7

Artikel Terkait
spot_img

Most Popular