Monpera Palembang: Mengulik Sejarah Perjuangan 5 Hari 5 Malam Melawan Belanda

Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) di Palembang tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi juga saksi bisu dari peristiwa epik dalam sejarah Sumatera Selatan. Terletak di depan Masjid Agung Palembang, Monpera menjadi tempat yang menggambarkan dengan megahnya bagaimana masyarakat Palembang bersatu melawan penjajah Belanda selama 5 hari 5 malam pada tanggal 1 hingga 5 Januari 1947.

Pada periode tersebut, Belanda berkeinginan untuk menguasai Sumatera dan Pulau Jawa demi meliput kekayaan alamnya. Namun, perjuangan sengit masyarakat Palembang membuktikan bahwa kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia tidak akan diserahkan begitu saja. Pertempuran mencapai puncaknya pada tanggal 6 Januari 1947, ketika gencatan senjata akhirnya tercapai.

Monpera, dengan desain megahnya, menjadi saksi bisu peristiwa heroik tersebut. Dengan 6 lantai dan tangga kecil yang mengajak pengunjung naik ke atas, setiap lantai memamerkan senjata-senjata sederhana yang digunakan oleh masyarakat Palembang, memaksa pasukan Belanda untuk mengalami kekalahan yang memalukan.

Di luar Monpera, ralief menggambarkan dengan detail pertempuran 5 hari 5 malam, dengan tank baja sebagai simbol keberanian dan ketahanan. Monpera, selesai dibangun pada tahun 1988, memiliki desain melati berkelopak lima, mewakili lima hari lima malam perjuangan di lima daerah: Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka, dan Belitung.

Baca juga:  Pj Walikota Ratu Dewa Tindaklanjuti Rumah Nyaris Ambruk Akibat Angin Kencang

Monpera bukan hanya sekadar monumen fisik; ia juga mencerminkan semangat perjuangan dan simbolisasi kemerdekaan. Terdapat simbol burung negara di bagian depan, menggambarkan semangat merdeka dan keberanian para pahlawan. Dibangun di tengah kota, Monpera sengaja dirancang agar seluruh masyarakat terus mengenang dan merenungkan perjuangan yang telah terjadi.

Renovasi terus dilakukan untuk menjaga keaslian Monpera, dengan ciri khas utama tetap berbentuk melati. Halaman depan yang luas juga terus diperindah, menciptakan suasana yang mengundang untuk mengunjungi Monpera dan menjelajahi sejarahnya.

Monumen ini tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga rumah bagi berbagai ruangan yang memiliki nilai sejarah. Ruang pameran tetap, ruang perpustakaan, ruang auditorium, ruang laboratorium atau konservasi, ruang audio visual, ruang administrasi, ruang penyimpanan koleksi, dan ruangan untuk bengkel menjadi bagian dari kompleks Monpera yang berisi sejumlah koleksi berharga.

Foto perjuangan, persenjataan era perjuangan melawan Belanda, mata uang dari zaman VOC, Jepang, dan Republik, buku-buku perjuangan dan umum, patung setengah badan para pejuang Sumatera Selatan, koleksi pakaian tentara era perjuangan, serta lukisan berukuran besar mengenai peristiwa peperangan menjadi bagian dari daya tarik Monpera.

Baca juga:  Skywalk Spark Senayan Park: Melihat Pesona Jakarta dari Ketinggian

Ketika mengunjungi Monpera, pengunjung dapat melihat sungai Musi dan Jembatan Ampera dari ketinggian lantai paling atas. Hal ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan dan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan memahami sejarah perjuangan dalam menegakkan kemerdekaan nasional.

Berikut adalah daftar koleksi yang dapat ditemukan di Monpera:

  1. 178 foto perjuangan
  2. Persenjataan yang digunakan dalam perjuangan melawan Belanda
  3. Mata uang dari tiga zaman (VOC, Jepang, dan Republik)
  4. 568 buah buku, termasuk buku perjuangan dan buku umum
  5. Patung setengah badan pejuang Sumatera Selatan, seperti dr. A. K. Gani, drg. M. Isa, H. Abdul Rozak, dll.
  6. Koleksi pakaian tentara yang digunakan selama perjuangan
  7. Tiga lukisan berukuran besar mengenai peristiwa-peristiwa peperangan
  8. Akses ke lantai paling atas untuk melihat Sungai Musi dan Jembatan Ampera dari ketinggian saat mengunjungi Monpera.

Alamat: https://maps.app.goo.gl/FJnYC6owyYBKSaDg6

Rekomendasi untuk Anda

Advertisement

Terkait

Terbaru